Di jaman yang terus berkembang ini, Indonesia merupakan salah satu penghasil tenaga kerja yang cukup dominan. Rata-rata setiap tahunnya ada 900 ribu- 1 juta sarjana yang diluluskan dari setiap kampus baik negeri maupun swasta di Indonesia, dan dari jumlah itu setengahnya menjadi pengangguran. Istilahnya: Pengangguran terdidik. Jika kita baca di iklan berbagai media cetak, setiap hari pasti ada lowongan kerja. Yang dibutuhkan dari jenjang SMP sampai S-2.... Lalu, kenapa masih saja ada pengangguran?
Ini sebuah pertanyaan besar. Lowongan kerja banyak, pengangguran juga banyak Artinya, lowongan kerja yang tersedia tidak bisa menyerap para penganggur... artinya lagi, para penganggur tidak memenuhi kriteria yang dicari si pemasang lowongan... artinya lagi: jika sedikit keras..Para penganggur itu adalah orang-orang yang asal tamat... mungkin mereka pintar tapi tidak memiliki ketrampilan yang memadai. Mungkin IP atau nilai UN mereka tinggi, tapi tidak bisa berkomunikasi dengan baik. Akhirnya, mereka yang gesit dan memiliki ketrampilan kerjalah yang mampu mengisi lowongan-lowongan itu.... Namun masih saja tetap kurang.
Apa yang harus dilakukan para penganggur? Jika ditanya terlebih dahulu: Mencari Lowongan kerja, Mudahkah? Jawabnya pasti mudah. Karena untuk mencari lowongan memang mudah, tetapi untuk dapat bekerja yang susah... maksudnya; mereka dipanggil tapi tidak lulus wawancara. Bagaimana agar mudah? Caranya gampang, jika anda sudah tergolong "Pandai" "Nilai Bagus".. tapi susah kerja, mungkin ada adalah tipe orang yang Kurang pergaulan alias KUPER. atau anda mungkin seorang pemilih pekerjaan sehingga belum ketemu yang tepat sampai hari ini.





